Raja Uduk

Menu spesial yang disediakan disini adalah ayam goreng maupun bakar serta makanan pendamping seperti tempe, tahu, hati ampela serta telur puyuh yang semuanya dibacem. Menu unggulannya tentu saja nasi uduk yang disajikan agak beda dengan bentuk tumpeng kecil daun pisang, pasti tujuannya agar nasi menjadi semakin wangi.

Nasi yang dihidangkan dalam 1 porsi memang terbilang kecil, agar anak kecil bisa pas menikmati satu porsi nasi uduk ini. Dengan aroma yang khas, dan tingkat kepulenan nasi yang pas, nasi uduk ini terlihat lezat dengan tambahan bawang goreng. Banyak yang mengira mungkin dicampur sedikit ketan,namun menurut pengakuan sang pemilik, beras yang dugunakan memang pilihan dan bahkan berasnya harus dipilih satu persatu.

Keunggulan lain dari makanan disini adalah ayamnya, karena ayam menjadi lauk utama di raja uduk ini, 2 jenis sajian yang disediakan disini, ada ayam goreng dan ayam bakar, keduanya terlihat menggugah selera, dengan bentuk yang tidak terlalu besar, sepertinya dipilih yang bisa dibagi 4 seperti yang biasanya digunakan warung nasi padang. Ayam ini sepertinya dimasak terlebih dahulu dengan bumbu, kemungkinan bumbu ungkep namun ungkep ini tidak menggunakan banyak kunyit, aroma dedaunan khas indonesia cukup tercium.

Pemasakan pas, daging ayam cukup lembut tidak sampai hancur dan tulang gampang copot dari tulang. Menurut saya jika terlalu lembut, sensasi kunyahannya sudah tidak ada dan tidak enak lagi. Untuk panggang, ada sedikit rasa yang berbeda, disini bumbu rempah sedikit tercium, setelah itu ayam ini dipanggang dengan kecap sehingga membentuk karamelisasi, jarak bara dan ayam cukup pas sehingga aroma bakaran cukup terasa namun tidak ada gosong di ayam. Rasa ayam menurut saya sudah diperhitungkan sehingga tidak merusak rasa nasi uduknya, justru menambah rasa sehingga cocok dipadukan.

Ada satu menu pendamping tapi sangat mempengaruhi rasa keseluruhan, jadi sebenarnya sambal adalah elemen super penting untuk menyatukan rasa. Sambal tidak boleh mengubah rasa tapi harus memperkaya rasa, harus bisa menjembatani rasa makanan utama. Sambal yang digunakan diraja uduh adalah sambal bajak, namun rasa pedas yang paling menonjol, asam cukup, manis cukup, asin cukup. Rasa terasinya juga tidak terlalu kencang, sehingga tidak meracuni rasa yang lain. Pedas yang kencang sekali ini membuat porsi cabenya tidak besar. Menu tambahan lain ada telur puyuh, tempe dan tahu yang dibacem serta hati ayam yang digoreng kering.

Untuk minuman, Es teh Eksotis dibuat menjadi produk unggulan lain Raja Uduk karena merupakan racikan pemiliknya. Dari namanya sendiri mungkin sudah bisa ditebak, tentunya ada aroma rempah yang dimasukkan kedalamnya. Aroma yang paling terasa disini adalah Cinnamon atau kayu manis, namun sayang rasa tehnya sedikit berkurang, seharusnya aroma boleh rempah tapi jangan sampai menghilangkan rasa teh. Tapi untunglah rasanya tidak pahit, karena jika kebanyakan kayu manis maka akan menjadi pahit.

Harga paketnya terbilang murah mulai  Rp 25.000,00 terdiri dari ayam, nasi, tahu tempe dan segelas es teh eksotis. Masalah rasa saya pikir tidak perlu diragukan tapi sepertinya anda harus menyiapkan dana lebih untuk extra nasi uduk. Menurut pak Rizal, kenapa berani menggunakan nama raja uduk karena menurutnya setelah melakukan petualangan kuliner uduk di Kota Pontianak, Nasi uduknyalah yang paling special, nama ini juga merupakan teknik marketing untuk lebih menarik pelanggan untuk datang. Saya juga sempat bertanya, kenapa tidak menambahkan sayur asem sebagai menu tambahan seperti lazimnya nasi uduk di Pontianak, ternyata menurut beliau, rasa sayur asem dapat merusak rasa uduknya sendiri. Menurut saya sendiri itu hanya masalah selera, mau menambahkan atau tidak semua tergantung selera saja.

Lokasi : Jalan Teuku Umar No. 76 Pontianak


Sumber artikel : http://wisatapontianak.com/

Sumber foto : http://rajauduk.com/https://irs2.4sqi.net/http://ceritaperut.com/